
Staf Akedemis

Chris Rawlins
Kepala Sekolah
Saya sangat bangga sekali menjadi Kepala Sekolah ACG Jakarta dan bekerja di suatu lingkungan sekolah internasional yang sejati. Saya telah mengajar selama lebih dari 30 tahun terutama di Australia (5 tahun terakhir di Indonesia) dan saya sangat beruntung telah mengalami bekerja di berbagai setting pendidikan dengan berbagai peran. Saya telah menjabat sebagai Administrator selama 15 tahun dan memandang pendidikan saat ini sebagai suatu petualangan yang selalu berubah-ubah karena gaya belajar anak-anak dipengaruhi oleh dunia teknologi yang terus berputar. Saya menikmati bekerja secara kemitraan dengan para orangtua dan pengajar sehingga setiap siswa di ACG dapat mencapai potensi belajar maksimumnya. ACG memiliki tim pengajar yang profesional dan trampil sehingga saya merasa senang bekerja sama dengan mereka. Tiap tahun saya tidak sabar untuk dapat terlibat dalam kegiatan-kegiatan yang menarik dan bernilai sepanjang tahun akademis.

Bianca Cheshire
Pengajar Siswa Tahun 3/4
Saya orang Eropa – setengah Belanda, setengah Inggris dan dibesarkan di Luxembourg. Saya kuliah di Inggris. Sebelum datang ke Jakarta saya mengajar di Bangkok, Thailand selama dua tahun. Saya suka mengajar anak-anak karena mereka membuat saya tersenyum dengan komentar-komentar lucu mereka dan karena itu saya mendapat tantangan untuk mempersiapkan mereka menghadapi kehidupam masa depan dengan mengajar mereka beberapa keahlian sosial dan dasar akademis dan membiarkan mereka menemukan hal-hal yang menakjubkan dan menarik yang ada di dunia sekitar mereka. Saya mencintai Indonesia karena orang-orangnya baik. Hobi saya adalah berkelana ke penjuru negeri mengenal orang-orang dan tentu saja fotografi. Apa yang suka tentang ACG? Lingkungan multi budaya yang hebat dan anak-anak dengan berbagai kepribadian yang menarik!

Michelle Eddy
Pengajar Curriculum Senior
Saya berasal dari Cornwall di barat daya Inggris dan telah menghabiskan delapan tahun terakhir saya dengan belajar dan mengajar di London. Saya datang ke Indonesia karena saya suka berkelana dan ingin mengalami hidup dan bekerja di negara dan budaya yang berbeda. Bidang keahlian saya adalah pengajaran Tahap Utama 2 (usia 3 sampai 6 tahun) walaupun saya telah mengajar anak-anak dari usia tiga tahun dan juga usia yang lebih tua. Sebelumnya saya juga koordinator baca di sekolah saya sebelumnya dan mengorganisir penjualan buku, read-a-thon dan minggu buku anak-anak. Filosofi mengajar saya adalah menyediakan lingkungan ruang kelas di mana anak-anak terdorong untuk mengungkapkan gagasan-gagasan mereka dan berpartisipasi dalam pengalaman pendidikan mereka. Sasaran saya adalah untuk menginspirasi siswa-siswa saya agar memiliki keinginan untuk belajar lebih banyak lagi.
 Liam Heary
Pengajar Siswa Tahun 2
Saya berasal dari Perth, Australia Barat. Perth secara geografis merupakan kota yang paling terisolasi di dunia dan saya yakin orang Australia Barat setuju (dan bangga) bahwa Perth memiliki sikap-sikap provinsi. Selama 50 tahun terakhir, perekonomian kami berdasarkan pada kemampuan kami untuk menggali lobang di tanah dan menjual produknya ke Cina dan Jepang. Seperti kebanyakan orang Australia, saya pecaya bahwa saya orang yang berpikiran terbuka, mudah dan gampang menerima. Tentu saja anda tidak akan benar-benar tahu apa yang anda percaya sampai anda mengalaminya. Tinggal di Indonesia selama lima tahun telah membuktikan itu. Terkadang saya harus keluar dari zona aman saya dan walaupun menantang saat itu, saya pikir saya orang yang lebih baik untuk itu. Sejauh mengenai filosofi pendidikan; saya tumbuh di era 70an ketika, di Australia paling tidak, pendidikan gratis dan bersifat sekular. Dan berkat pemerintah partai buruh Whitlam pada saat itu, untuk suatu jangka pendek masa pencerahan yang damai, keadaan tersebut juga berlaku untuk universitas-universtas di Australia. Banyak dari kita sekarang bertanya, dengan anak-anak kita lulus pendidikan tinggi dengan hutang pendidikan sebesar ukuran hipotek normal, 'ada apa dengan itu semua?. Tunggu; dapatkah Anda mendengar Anjing Pavlov menyanyikan, "Kembalikan masa laluku yang indah"? Tidak sedikitpun juga. Tetapi saya percaya bahwa pendidikan adalah hal yang baik dan dapat menjadi agen terbaik untuk stabilitas dan keadilan sosial. Tinggal di Indonesia telah mengajarkan kepada saya hal itu.

Russell Swann
Pengajar Siswa Tahun 10 dan 11
Saya berasal dari Brisbane, Australia dengan latar belakang budaya yang beragam. Kakek-nenek saya dari sisi ibu memiliki identitas Indian, Spanyol dan Irlandia dan bapak saya Inggris dan Amerika. Barangkali di kartu nama saya ganti saja nama keluarga ke Heinz; karena mereka memiliki 32 varietas (makanan kaleng). Apabila ditanya tentang latar belakang saya, jawaban saya enteng; 'campur'. Sejak usia dua tahun, saya tidak pernah tinggal di satu negara lebih dari dua tahun, apalagi di kota yang sama. Ini karena karir bapak saya di ketentaraan Australia. Setelah meninggalkan sekolah, saya juga, mengikuti jalur yang sama dan berdinas dua kali. Pada akhir masa tugas saya yang terakhir, saya berpendapat sudah waktunya untuk mengubah karir dan memenuhi keinginan yang sudah lama tertunda; pergi kuliah sebagai seorang mahasiswa baru yang sudah matang usia untuk menjadi seorang guru. Sekarang saya telah mengajar selama tiga tahun. Pilihan-pilihan yang saya ambil dalam hidup saya sampai hari ini telah membawa saya ke posisi mengajar ini di Jakarta, di mana saya bertemu dan menikahi istri saya yang orang Indonesia delapan tahun lalu. Kami kembali ke Australia beberapa kali tetapi kami berdua sangat bangga untuk di sini kembali dan menjadikan Jakarta sebagai rumah kami.
 Carla Rapley
Pengajar Siswa Tahun 8 dan 9
Saya berasal dari Invercargill, New Zealand dan saya telah mengajar selama 7 tahun. Di samoing New Zealand saya juga pernah ringgal dan mengajar di Inggris dan Irlandia. Tahun ini di ACG, saya mengajar mata pelajaran Ilmu Pengetahuan, Matematika dan bahasa Jepang dan saya menyukai tantangan tersebut. Siswa-siswa di sini menyenangkan sekali dan mau belajar dan staf sekolah semuanya sangat membantu dan mendukung. Hal yang terbaik tentang Indoensia bagi saya sejauh ini (di saming orang-orangnya) adalah cuacanya karena di kampng saya cuacanya dingin sekali dan salju.
 Mike Morey
Pengajar Senior Siswa Menengah
Saya tumbuh di Perth, Australia Barat dan setelah lulus dari Universitas W.A saya bekerja sebagai geologis di Australia dan Afrika beberapa tahun. Saya kemudian memutuskan mengambil karir mengajar dan kembali ke Universitas untuk menyelesaikan diploma mengajar saya. Saya menjadi guru di Depertemen Pendidikan Australia Barat dan mengajar beberapa tahun sebagai guru ilmu pengetahuan dan matematika. Pada tahun 2001, saya pindah ke Jakarta untuk mengajar dan telah bertugas di beberapa sekolah internasional selama 9 tahun saya di Jakarta. Jabatan-jabatan saya di sekolah-sekolah tersebut bervariasi dari guru matematika dan ilmu pengetahuan, kepala departemen sampai kepala sekolah menengah. Ini adalah tahun kedua saya di ACG dan saya senang dengan kelas-kelas kecil, atmosfir keluarga dan penataan taman di sekolah ini. Saya tidak sabar untuk dapat bekerja kembali dengan siswa-siswa dan membantu mereka mencapai tujuan mereka di masa depan.
 Greg Davies
Pengajar Pendidikan Jasmani dan ICT
Saya pengajar mata pelajaran Pendidikan Jasmani dan ICT di ACG International. Kampung halaman saya adalah Melbourne, Australia. Sejak lulus dari universitas saya telah menghabiskan beberapa tahun bekerja di negara-negara seperti Swedia, USA, Indonesia dan tentu saja negera saya Australia. Ini adalah tahun ketiga saya di Indonesia dan saya sangat senang menjadi bagian dari ACG team. Saya telah mengajar berbagai mata pelajaran dan saya senang dapat membagikan pengetahuan saya dengan siswa-siswa saya. Saya tidak sabar untuk dapat bekerja lagi dengan semua siswa ACG dan memfasilitasi pengalaman pendidikan mereka. Saya berharap semua siswa ACG dapat mencapai potensi belajar yang maksimum.
Suti Rahayu
Pengajar Taman kanak-kanak
 Luciana Hanifah
Pengajar Bahasa Indonesia
Saya berasal dari kota yang terkenal dengan udaranya yang sejuk, Malang Jawa Timur. Hobi saya diantaranya adalah memasak, menyanyi dan mempelajari tarian tradisional. Ini adalah tahun pertama saya mengajar Bahasa Indonesia di ACG International School Jakarta. Saya telah mengajar Bahasa Indonesia, Kesenian dan Teknologi Informasi di sekolah-sekolah internasional di Jakarta selama 15 tahun terakhir. Saya mendapatkan gelar setara B.A serta Ijazah Mengajar dari Universitas Muhammadiyah - Malang. Saya juga telah menyelesaikan Pendidikan diploma dari Murdoch University yang telah mengajarkan kepada saya bagaimana mengfasilitasi pembelajaran melalui pengelolaan ruang kelas yang efektif dan menggunakan pendekatan-pendekatan yang kreatif dalam pengajaran. Saya suka mengajar di ACG International School karena ini merupakan peluang yang besar untuk berbagi pengalaman dengan siswa dan guru-guru yang datang dari berbagai negara.
|